Misi Roma Tuntaskan Dendam Pada Liverpool

Marseyside – Liverpool akan berhadapan dengan As Roma pada babak semifinal leg pertama Liga Champions 2018, yang akan di gelar di Stadion Anfield, Rabu (25/04/18).

Menurut data yang dikutip UEFA, kedua tim gtersebut sudah empat kali ertemu di Loga Champions.

Kedua tim ini juga jarang bertemu, namun di babak semifinal ini AS Roma memiliki dendam pada The Reds, dendam tersebut muncul akibat Liverpool sudah mengagalkan misi juara I Giallorossi di ajang Piala Champions 1983/1984.

Kala itu Liverpool sukses menyingkirkan Roma di partai final dengan menghajarnya di kandang. Setelah gol Philip Neal dibalas oleh gol Roberto Pruzzo, skor terus imbang dan harus dilanjutkan dengan adu tendangan penalti.

Dari empat eksekutor yang diturunkan, Roma hanya mampu mencetak dua gol. Akibat hasil yang dibuat Roma, Liverpool akhirnya berhak mengangkat trofi keempatnya.

Kedua Roma juga di tuntaskan oleh Liverpool, kala itu bertanding di fase grup kedua (format Liga Champions saat itu). Roma ditahan imbang Liverpool 0-0 di pertemuan pertama, dan kalah 0-2 di Anfield.

Kedua tim tersebut, saat ini memang tampil sangat luar biasa, sebab di perempat final sebelumnya, Baik Roma maupun Liverpool sudah menyinbgkirkan tim besar eropa.

Di kubu Liverpool saat ini lebih percaya diri pada Mohammed Salah, namun Jurgen Kloop juga percaya bahwa AS Roma juga ada pemain yang akan diandalkan di pertandingan ini. Namun, Klopp yakin Salah sudah tahu untuk siapa ia mengabdi.

“Mo (Salah) punya waktu yang fantastis di Roma. Tetapi dia akan menyadari dengan cepat bahwa mereka (pemain Roma) bukan lagi rekan satu timnya,” ujar Klopp dikutip UEFA.

“Kami berdua (dengan Roma) memiliki kesempatan untuk pergi ke final dan itu saja yang saya butuhkan. Mari melakukan segalanya untuk mencobanya. Untuk Roma, adalah hal yang istimewa bisa berada di semifinal. Seperti halnya dengan kami. Ini adalah momen yang sangat istimewa. Jika Anda tidak dapat menikmatinya, maka ada yang salah dengan Anda,” katanya.

Begoitu juga dengan pelatih AS Roma, Eusebio Di Francesco yang sudah mengetahui bahwa lawannya memiliki dua penyerang yang membahayakan Salah dan Sadio Mane. Kedua bintang Liverpool ini punya kecepatan tinggi yang mungkin saja bisa jadi malapetaka buat Roma.

“Liverpool berbeda dengan Barcelona dalam hal kecepatan. Maka itu, kai harus bermain dengan baik untuk bisa menang. Kami ingin memanfaatkan kelemahan Liverpool sebaik mungkin,” kata Di Francesco. (Aditya Tonny – beritaboladunia.org)